Fenomena Jelek di desa Lesmana ( jangan ditiru )

November 12, 2012

Saat ini muncul fenomena yang membuat bulu kuduk berdiri, membuat kecewa, membuat prihatin. Pokoknya yang membuat resah dan memalukan. Ini mudah-mudahan jadi yang terakhir di desa ku ini.

( maaf tidak tega kami ungkap disini. Semoga penyakit masyarakat itu bisa hilang )

Iklan

Plong, bisa nongol lagi

November 12, 2012

Kalaupun ada beberapa masukan dari semua teman, sesungguhnya itu merupakan kehormatan untuk bisa berkomunikasi dengan anda semua. Tapi keterbatasan waktu dan sebagainya, membuat tidak bisa intens .

Kalaupun saat ini belum ada yang bisa kami unggah, bukan berarti kami tidak punya informasi yang bisa diungkapkan. Jujur saja, karena banyaknya info maka kami kewalahan untuk bisa meneruskan ke anda semua.

Kemudian jika info yang kami unggah masih sepotong-potong, semata-mata untuk  membuat anda tertarik dan gabung dengan kami. Bagaimanapun desa kami itu merupakan desa yang cukup menjanjikan untuk investasi.

Lalu untuk apa jika sekali muncul hanya itu. Yah.. plong saja rasanya bisa muncul lagi.  Kapan-kapan bisa berbagi info untuk anda semua.

Sekali lagi, plong rasanya bisa muncul… lagi…

Ini dia , Potensi dan kelengkapan desaku Lesmana

Mei 3, 2011

Desa Lesmana banyak menyimpan potensi yang bisa dijadikan mitra usaha bagi pihak luar. Dengan segala kelebihan maka Desa Lesmana menjanjikan keuntungan bagi calon investor lokal maupun luar Lesmana, Mari kita lihat :

1. Penghasil bonggol bambu. Nih beritanya :
sumber : http://wisatabanyumas.indonesiatravel.biz/
BARANG kerajinan unik terbuat dari bonggol bambu banyak rupanya. Seperti berbagai miniatur hewan berupa bebek, landak dan keong. Barang kerajinan ini tidak saja dipasarkan didalam negeri tetapi juga di ekspor ke mancanegara. Bali salah satu daerah yang banyak menghasilkan berbagai kerajinan tak terkecuali yang berbahan baku dari bonggol bambu. Dari mannakah asal bonggol bambu itu didapat dalam jumlah besar?

Ternyata, Desa Lesmana Kecamatan Ajibarang Banyumas sebagai salah penyuplai bonggol bambu terbanyak. Selain itu desa Banjarsari kecamatan Cilongok, Semedo dan Candinegara kecamatan Pekuncen.

Menurut cerita dari pengepul bonggol bambu, Sukarto alias Bagong yang tinggal di Desa Lesmana RT 03/ V, semula kegiatan mengumpulkan bonggol bambu hanya dilakukan seorang diri, setelah kenal dengan relasi yang biasanya menyalurkan bonggol bambu ke Bali yakni Wahyudi, ceritanya menjadi lain.

“Begitu saya dapat pesanan bonggol dalam jumlah banyak, saya kewalahan, akhirnya mengabarkan kepada keluarga dan warga sekitar bahwa bonggol bambu laku jual, maka berdatangan orang menjualnya ke saya,” papar Bagong saat ditemui banyuamsnews.com, Sabtu (12/9) di rumahnya.

Dijaskankan, harga setiap gandeng yang isinya minimal ada enam tangkai bonggol sebesar Rp 8.000. Tapi bonggol itu dalam keadaan sudah dirapihkan rambut akarnya dan dipotong pangkal bambunya.

Bagong sedang memperlihatkan bonggol bamboo yang laku jual (foto:ham/BNC)

Bonggol bamboo siap diangkut oleh pengepul (foto:ham/BNC)
Diakui Wahyudi, dirinya mulai keliling kampong menggunakan pick up untuk membeli bonggol bambu dari para pengepul berlangsung sejak tahun 2002. Hingga kini setiap ada pesanan banyak, dari tiap pengepul biasanya memesan sedikitnya seribu tangkai. Jika setiap tangkai minimal ada enam bonggol jumlahnya sudah enam kali lipatnya. Sedangkan bonggol itu dipasok ke Bali .

“Biasanya saya membelinya dari pengepul kalau ada pesanan saja, jauh hari saya sudah menghubungi para pengepul, kapan mereka mulai menerima penjualan bonggol bamboo dari warga setempat,” kata juragan bonggol asal Lumbir, Wangon itu menjelaskan.

Menurutnya, usaha penjualan bonggol bambu sebagai bahan baku kerajinan itu gampang-gampang susah, meskipun pemasaran lancer, namun kadang stok pesanan sering kurang memenuhi target.

“Ya bonggol bambu meski banyak tapi kadang susah mendapatkannya, kecuali ada penebangan bambu besar-besaran itu biasanya gampang mendapatkannya,” cetus Wahyudi.

Konon kerajinan berbahan dasar bonggol bambu ini tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal tetapi kerajinan ini merambah pasar ekspor hingga ke Italia, Perancis dan Amerika. Bonggol bambu adalah bagian pangkal bambu jenis ori berikut akarnya. Bentuk bonggol yang unik yakni melengkung ke bagian bawah justru digemari pengrajin karena mudah untuk dibentuk.

Kerajinan berbentuk unggal seperti bebek misalnya, para pengrajin biasanya tinggal menata dengan cara mengikuti lengkungan.

2. Sentra penjualan bibi tanaman.
sumber : http://www.krjogja.com/pendidikan
BANYUMAS (KRjogja.com) – Pemerintahan Desa (Pemdes) Lesmana, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas akan mendirikan sentra bisnis pembibitan jambu merah dan tanaman keras karena memiliki lahan strategis.

Demikian dikatakan Kades Lesmana, Tayono kepada KRjogja.com, Rabu (4/8). Menurutnya, untuk kepentingan itu pemdes mengkampanyekan penduduk membudidayakan bibit jambu merah dan tanaman keras lainnya seperti sengon, kelapa, jati, albasia dan angsana. Upaya itu sudah dilakukan sejak lima bulan terakhir.

Pembibitan, kata Tayono melibatkan enam orang dalam satu kelompok yang mendapatkan kursus wirausaha dan perawatan dibawah bimbingan PKBN Warga Sejahtera. Maksudnya, warga bisa menjual bibitnya ke konsumen yang akhirnya memberi citra bagi desa setempat.

“Misalnya, jika menyebut Gudeg maka ingatan kita langsung ke Kota Jogja. Hal ini sejalan dengan konsep kami yang kebetulan ditunjuk sebagai Desa Vokasi oleh Pemerintah Provinsi Jateng, sehingga otensi lokal desa sangat dibutuhkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera tetapi tidak meninggalkan desanya,” paparnya.

Tayono menambahkan upaya ini bisa mengurangi urbanisasi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat dan sesuai dengan program pemprop jawa tengah.

Sementara itu Sekretaris PKBM Warga Sejahtera Desa Lesmana, H Muhamidi berencana membangun pasar khusus agar lebih dikenal masyarakat luas. “Insya Allah pasar khusus itu akan dibangun di tepi jalan raya, persisnya di depan lapangan Desa Lesmana,” ungkapnya

3. Masih banyak lagi. kapan = kapan disambung

Ada lowongan perangkat, nih….

Mei 3, 2011

Tahun 2011 ini desa Lesmana kembali ada lowongan perangkat desa. Sebabnya adalah pensiunnya Bp Solihun dan wafatnya Bp. Kasmo. Nah ada dua lowongan yaitu kaur pembangunan dan kaur pemerintahan. Sampai saat ini sih belum dibuka pendaftaran, tapi pasti, bakal ada lowongan.

Beberapa nama mulai mencuat untuk bisa merebutkan posisi tersebut. Maklum saja jabatan perangkat desa cukup prestisius. Daripada menganggur, lha mendingan jadi perangkat desa. Walau bukan PNS toh kalau bisa memanaj bengkok bisa untuk hidup layak. Soal kurang atau lebih tergantung individu.

Bahkan satu lagi lowongan besar. Kepala Desa. masih lama sih. Baru nanti tahun 2013. Tapi yang namanya jago lurah sudah mulai kasak kusuk mencari dukungan. Memang Kepala desa sekarang sudah 2 kali periode sehingga sudah tidak bisa nyalon lagi.

Kalau melihat potensi masyarakat sih kelihatannya bisa menemukan perangkat desa yang cakap dan bisa dipercaya. Tapi itu semua tergantung dari BPD dan Perangkat desa lain, dan masyrakat tentunya. Yang jelas siapapun yang jadi kepala desa atau perangkat lainnya, semoga bisa amanah dan bisa mengembangkan desa Lesmana menjadi semakin berdaya. amin..

Sepak bola di Lapangan Arwana

Mei 3, 2011

Ada sepak bola di Lesmana. Tepatnya di lapangan desa Arwana Grumbul munggangsari. Kata panitia sih merupakan divisi utama Persibas wilayah barat. Rame tentunya. sampai tulisan ini diunggah ( 3 Mei 2011 jam 20.00 sih belum klar hasil keseluruhan. Habis memakai sistem setengah kompetisi, jadinya lama. Ayo maju terus sepak bola banyumas indonesia…

ADUH, WARGAKU BANYAK YANG TERLILIT HUTANG

Maret 23, 2011

Sebetulnya warga desa Lesmana termasuk warga masyarakat yang beruntung. Bagaimana tidak. Mari kita lihat potensi positif yang didapat warga Lesmana .
1. Dekat pasar Ajibarang
Dengan dekat pasar ajibarang maka mudah untuk memperoleh pekerjaan. Pasar Ajibarang adalah pasar induk yang terbesar untuk Banyumas bagian barat. Hampir semua komoditi masuk ke pasar Ajibarang. Dari Pagi sampai malam. Kemudian diedarkan ke pasar-pasar kecil sekitar Ajibarang, al : wangon, jatilawang, cilongok, bumiayu, karang lewas dll. Apa keuntungannya dekat pasar induk :
a. Bisa jualan apa saja di pasar, bisa makanan kecil, sayuran, jajanan, dll
b. Bisa menawarkan diri untuk jadi jasa angkut barang / kuli di tempat kulakan al : pisang, kelapa, sayuran, dll
c. Bisa menjadi jasa parkir
d. Bisa jadi pemungut sisa kulakan barang, seperti cabai, bawang, dll
e. Bisa jadi tukang buang sampah
e. Bisa jadi penjaga toko
f. dll
Jadi dari lelaki sampai perempuan, dari anak sampai dewasa bisa mencari uang di pasar ajibarang.
Pokoknya asal tidak merasa gengsi saja maka bisa menafkahi hidupnya sendiri.

2. Di sekitar Lesmana banyak terdapat pabrik-pabrik/industri rumah tangga
Ya. Sekitar Lesmana ada prabrik pemecahan batu, pengolahan kayu, pembuatan makanan kecil, SPBU, SPBE, Tempat cuci mobil, industri rumah tangga pembuatan tahu, tempe , dll. Jelaslah bahwa banyak lowongan kerja bagi masyarakat Lesmana. Bisa jadi tenaga di pabrik, cucian mobil/motor, mbantu membuat tahu dll.

3. Dekat dengan Kota Purwokerto
Lesmana juga untung dekat dengan kota Purwokerto. Di kota Purwokerto banyak lowongan pekerjaan yang masih bisa dijangkau denagn kendaraan.

4. Dilalui jalan raya
Y, Ini memudahkan transportasi untuk pulang pergi kerja.

Tapi kenapa banyak warga yang terlilit hutang ? Perhatikan saja. Ada yang setiap hari didatangi tukang tagih sampai 5 kali. Apa saja yang bikin mereka hutang . Jelas perilaku konsumtiflah yang membuat mereka banyak hutang. Ada yang hutang uang sama entenir, kosipa, atau sejenisnya. Ada yang hutang barang sekunder seeprti tv, furniture dll. Ada yang hutang motor. Ada ayng hutang baju dll.

Kalau diamati sebenarnya meraka hutang itu karena menuruti nafsu saja. Kalau memang belum kuat beli motor kenapa musti beli motor. Kalau belum bisa beli tv baru kenapa ngotot beli tv baru ? Yang lebih konyol lagi hutang untuk kondangan. Ah…. benar-benar pilihan yang konyol.

Solusi.
Ya , ini sih bukan menggurui, hanya sekedar mengeluarkan uneg-uneg saja. Bagaimana jika di laksanakan ? Boleh saja kok.
1. Jangan boros gaya hidupnya.
2. Kalau memang tidak penting sekali, ya jangan ngutang.
3. Jangan kondangan untuk menutupi gengsi.
4. Yang jadi laki-laki harus ikut menjaga kondisi rumah tangga dong, kebanyakan yang terlilit hutang kok perempuan.
5. Jangan setiap ada tawaran hutang dilayani.
6. Semangat mencari duwit buat perempuan dan laki-laki. ingat potensi desa yang luar biasa banyak.
7. Jangan menjadikan gengsi sebagai patokan hidup. Kan nggak kenyang makan gengsi.

Nah mudah-mudahan ini bisa jadi solusi bagi wargaku. Juga buat semua yang baca.

HUJAN ABU MERAPI SAMPAI DI LESMANA

November 7, 2010

Hujan abu karena meletusnya gunung merapi Jogya sampai juga di lesmana. Rabu sore sekitar jam 7 malam sudah terasa. turun. Hari kamis tipis=tipis saja. namun malem Jum,at turun lagi. Dan hari Jum’at seharian turun hujan abu cukup deras. bahkan sudah mulai mengganggu aktivitas. motor, mobil dan semua saja yang diluar rumah terguyur abu vulkanik. memang tidak ada krusakan yang terjadi. tapi masker jadi laku. bahkan hari jum’at itu nyari masker disekitar lesmana ajibarang susah. dan hari sabtu intensitasnya sudah berkurang. Malamnya hujan dersa turun dan cukup membersihkan abu yang berterbangan . ini minggu pagi cuaca mendung. mudah-mudahan bukan hujan abu lagi….

Buat saudaraku asal lesmana, tetaap tenang desamu aman… amin

MBARANG GAWE / KHAJATAN

November 7, 2010

Sebagai oranng desa yang hidup di pedesaan tentu sangat paham dengan adat istiadat di desa. Ya salah satu yang kini tetap ada bahkan semakin heboh adalah mbarang gawe / khajatan. Baik itu khajatan mantu atau sunatan.
Didesaku sendiri entah sejak kapan ada adat itu, yang jelas semakin lama semakin komersil kelihatannya. kalaupun tidak mau dikatakan komersil, ya semakin membingungkan tetangga. Bagaimana tidak, mereka yang mbarang gawe tentu saja sudah bersiap-siap untuk mbarang gawe. Apa=apa sudah dipersiapkan sejak dini. Makanan, hidangan, sound sistem , tatag dll. Pokknya seabrek persiapan. Lantas benarkan mbarang gawe itu hanya mempunyai khatan/perlu karena mantu atau anak sunatan ?

1. Mengumpulkan saudara
ya. memang . namanya hajatan itu mengumpulkan saudara. istilahnya ngumpulkan balung pisah. Kapan lagi kita bertemu sanak saudara jika tidak sedang ada orang mbarang gawe.
2. Nyari bathi/untung.
ini juga trend sekarang. harapannya dengan modal sedikit akan dapat untung banyak. semua modal dicari dengan cara utang. kalau lagi bagus sih bisa untung. tapi itu antung si tuan rumah. kalau nggak srtergegep kondangan, ya jangan harap bathi.

3. Pamer
ya pamer. inilaoh saya. mampu mbarang gawe gedhean…. ah juno…

4. Nadar
Lucu kelihatannya. tapi begitulah. ada saja yang nadar mbarang gawe waktu si anak jatuh sakit. Biasanya begini, nanti kalu kamu sembuh, pas sunatan baka tak tanggapake wayang…

5. lain”””””;;;;….

Yang jelas kalau mau syukuran ya niatnya syukuran ya tetap syukuran. Jangan mentang-mentang merasa tokoh lalu ngundang orang satu desa. Jangan karena jaga gengsi hutang sans-sini untuk mbarang gawe…. yokkk mbarang gawe untuk kerukunan….

Keunikan Tapal kuda

Oktober 17, 2010

Yah , desa lesmana memang berbentuk seperti tapal kuda. Dari barat membujur ke timur dengan disisipi desa pancurendang dilinatas jalan rayanya.

Desa Lesmana, menuju desa mandiri

Desember 21, 2009

Y, seiring dengan bergulirnya desa vokasi maka desa Lesmana sebenarnya sedang proses dalam rangka mewujudkan desa yang mandiri.
Tahun 2009 ini, sejumlah program dari pemerintah digulirkan. Dengan label desa vokasi, maka sejumlah program pemberdayaan masyarakat diglirkan. Sejak dicanangkan pada 17 Desember 2009 oleh Kepala Dinas Pendidikan. Al :
1. KWD Kursus menjahit
jumlah peserta 30 dengan dana 30 juta dari APBD I Prop. Jateng

2.KWD Perikanan
dana 30 juta dari APBD I

3. KWD Tanaman keras dan jambu merah.
dana idem

4. KWD teknisis HP
dana idem

5. KWD pembuatan paving.
dana idem

Program tambahan
1. TBM , ( Taman Bacaan Masyarakat )
untuk dijalankan oleh PKBM Warga Sejahtera.
2. KPP Perbengkelan sepeda motor
3. ,,
4. Dari SKB Ajibarang, KUPP Ternak kelinci australi.